Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Bahaya Menunda

Hi guys,

Awalnya saya ingin menulis sebuah artikel lanjutan tentang J2, tetapi entah mengapa dada saya bergemuruh ingin menceritakan kejadian yang saya alami beberapa minggu lalu, jadi kita tunda artikelnya untuk saat yang lain.

Sudah duduk tenang?

Ini adalah kejadian ketika saya, Lex, Piper, Kei dan seorang partnernya pergi clubbing.

Setelah beberapa lama tidak mendengarkan musik trance yang memacu menghanyutkan, malam itu saya ingin menumpahkan semua adrenalin saya di sana.

Namun sesampainya disana, ternyata suasana masih sepi dan belum panas. Kami harus menunggu sekitar satu jam, yaitu kira-kira pukul 12 lewat 30 menit, untuk melihat gerakan dari pengunjung di sana.

Malam itu saya sengaja tidak membawa partner karena memang sedang ingin menikmati malam yang panjang.

Saat semua sedang berjoget, saya melihat ke sekeliling ruangan. Tempat clubbing adalah ajang sosial yang sangat tinggi. Di berbagai sisi terlihat cewek-cewek bergerombol dan menari bersama, sementara di sisi lain ada segerombolan cowok yang juga menari bersama.

Saat saya sedang asyik berdansa menikmati suasana, beberapa kali saya ditabrak secara SENGAJA oleh beberapa cewek. Mereka sesekali melempar lirikan dan tatapan tajam.

Hey, kalau saja saya cowok lossy sudah dapat dipastikan saya akan langsung mengalihkan pandangan ke tempat lain, atau bahkan pura-pura melihat.

Tapi tentu saja saya tidak akan melewatkan kesempatan dengan bodoh seperti itu.

Saya membalas dengan memandang mata mereka dan menunggu respon. Namun tidak seperti kebiasaan, malam itu saya tidak menghampiri mereka dan membuka percakapan. Saya sedang ingin mencoba beberapa teknik baru untuk lingkungan clubbing dan lounge.

Saya akui beberapa memang berhasil, beberapa lainnya masih belum mengenai sasaran.

Kei dan Piper beberapa kali memberi tanda pada saya kalau ada cewek-cewek yang memberikan respon terbuka untuk diajak berbicara or berkenalan. Tapi pasti karena minuman malam itu, saya masih terus asyik terbakar dalam irama trance, jadi tidak ingin untuk lepas dan kembali sadar bermain game.

Malam itu begitu ramai, jadi sekalipun saya tidak sedang ingin melakukan hit, tapi di mana-mana ada banyak target yang matang dan siap didekati.

Setelah berputar berpindah tempat beberapa kali, saya tiba di belakang dua orang cewek, sebut saja si cewek X dan Y yang sedang menari berdua dengan semangat.

X yang tampak lebih muda menari tanpa henti, menarik tangan temannya, namun Y sepertinya enggan dan hanya bergerak seadanya saja.

Ketika cewek X mulai melempar rambut ke kanan dan ke kiri, saya melihat seorang cowok dengan body language yang aneh berdiri di samping saya, seolah menunggu waktu untuk memulai perkenalan dengan cewek X.

Saya menunggu lama sekali, ingin melihat apa yang akan dilakukan oleh cowok tersebut, tapi lebih dari lima menit dia tidak melakukan apa-apa.

Akhirnya karena gregetan, saya membuka grup tersebut.

Jet:"Hey, goyangin lagi donk rambut lo!"
X: *tersenyum dan melakukan, ce B terbengong-bengong*
Jet: *mendekat dan berseru di telinga X* Cool!! Lo berdua
aja?
X: "Ngga, berenam."
Jet : "Oh, nama lo siapa!"

Mereka memberikan nama, tapi saya tidak bisa mendengar apa-apa di tengah bising musik.

Tidak masalah juga karena saya tidak berniat untuk mengenal mereka lebih jauh. Saat itu saya ingin mengetes seberapa jauh mereka dapat meladeni J2 yang akan saya lempar.

Jet: "Gw kira elo berdua lesbian!"
X: *melotot dan tertawa, memberitahu Y, lalu mereka
berdua tertawa*
Jet: *ke cewek Y* Elo baru kali ini kesini?
Y: "Gak kok, udah beberapa kali.."
Jet: "Aneh kok gak enjoy? C'mon!!"

Saya melirik ke sisi kanan, cowok tadi masih dalam posisi canggung yang sama dan terlihat semakin aneh. Kedua cewek X dan Y itu sepertinya juga menyadari hal itu dan mereka bergerak mendekat ke arah saya.

Karena tidak ingin terburu-buru, saya berputar arah dari mereka dan berbicara dengan Kei. Sayang ketika saya balik lagi mereka sudah hilang.

Cowok cangguh di sebelah saya masih ada di sana, tapi kini menatap saya dengan pandangan yang aneh. Seperti bercampur rasa kesal, BT, dan juga penasaran ingin tahu.

Kei langsung memberitahu ketika tadi saya meninggalkan grup itu, cowok tersebut mengajak kedua cewek itu kenalan. Ajakan tersebut langsung ditolak mentah-mentah oleh mereka dan pergi ke tempat lain.

Nah, mari kita bongkar apa saja yang terjadi.

Kalau selama ini kamu sudah pernah mengikuti workshop Hitman System, kamu mungkin heran mengapa beberapa kalimat saya terkesan lossy, seperti menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang standar.

Jawabannya, ya memang demikian.

Tapi di tempat seperti lounge dan clubbing spot yang ramai, kamu tidak mungkin membuka dengan pertanyaan yang panjang dan percakapan yang menarik. Untuk sekedar berbicara saja sulit karena harus bersaing dengan suara musik yang begitu kencang.

Kebanyakan cewek pergi dugem memang untuk bersenang-senang, tidak seperti di kafe atau mall dimana cewek-cewek mungkin hanya ingin bersantai saja atau berbelanja.

Di tempat dugem, cewek-cewek selalu siap menantikan cowok yang ingin mengajak kenalan.

So sedikit rahasia, di tempat clubbing, sangat mudah untuk mendapatkan nomor telepon cewek. Tetapi tentu saja kamu harus mengerti caranya, atau kamu akan berakhir sama seperti cowok tadi ditolak mentah-mentah.

Anyways, apa yang ingin saya bahas adalah mengapa saya bisa membuka pembicaraan dan mendapat respon yang baik, sementara cowok tersebut tidak bisa?

Setidaknya ada dua kesalahan fatal.

Pertama, dia menunggu terlalu lama.

Saat saya telah membuka pembicaraan dengan cewek tersebut, cowok tersebut sangat terkejut sehingga bahasa tubuhnya menjadi aneh.

Dia semakin grogi dan terkejut lagi mendengar saya melemparkan J2 yang tidak lazim, bahkan mungkin dianggapnya terlalu kurang ajar.

Sebenarnya saat itu dia bisa saja masuk memulai pembicaraan, tetapi karena ia telah terpengaruh ilusinya sendiri, ia memilih diam dan menunggu saya mundur.

Karena menunda-nunda, akhirnya dia kehilangan momentum yang tepat.

Kesalahan kedua adalah karena sepertinya dia kebingungan bagaimana cara membuka percakapan yang baik.

Sampai saat ini di inbox Hitman System, tercatat lebih dari 80 orang bertanya, "Kudu ngomong apaan sih kalo pertama kali sama cewek asing?"

Dalam setiap workshop, pada segmen intro saya, Kei, dan Lex selalu menyampaikan, "It's not about the line, it's how you said it!"

Perhatikan cerita di atas. Ketika saya bisa memperlihatkan karakter Glossy yang tidak ngarep pada cewek manapun, membuka percakapan dengan kalimat kenalan yang standard pun tidak terlalu masalah.

Kedua cewek itu bisa mencium bahasa tubuh saya yang santai dan tenang. Sementara Kei melihat cowok ngarep di sebelah saya yang membuka percakapan dengan tampang yang tegang dan clueless.

Oleh karena itu, bila kamu ingin berkenalan dengan cewek asing di tempat clubbing, langsung hampiri dia dengan percaya diri dan keluarkan apapun yang tersedia di dalam pikiranmu.

Lupakan semua ilusimu.

Jangan pikirkan apa yang harus kamu katakan.

Berdiri, berjalan dan buka mulutmu, "Hey!"

Selanjutnya bagaimana?

Selanjutnya…

… ah, sudahlah, jangan pikirkan terlalu jauh dulu.

Lakukan saja hal yang sederhana di atas.

Jika setelah itu kamu mendapatkan reaksi yang bagus, segera putar otak untuk mengembangkan obrolan yang tidak menunjukkan dirimu ngarep.

Saya tidak meyarankan cara hit di atas kamu gunakan di tempat umum seperti kafe, kampus dan lainnya karena efeknya akan sangat berbeda.

Di setiap workshop, saya, Lex dan Kei mengupas habis segala hal yang berhubungan dengan cara hit dan strategi membuat cewek tertarik padamu.

Jadi kalau kamu pernah mengalami nasib yang sama dengan cowok tadi dan tidak ingin terulang kembali, saatnya kamu mengikuti HSEW yang akan memberikanmu solusi terbaik dalam nyaris segala situasi yang ada.

Jadi, apakah saya akan melihatmu di workshop bulan ini?

Hidup Trance,
Jet

ps. Untuk cowok di tempat clubbing kemarin, kalau kamu ternyata ada di milis ini, I feel you, dude! Trust me, I've been there before so I know how it feels. Email me, and we can get you out from where you are right now.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...